Orang-Orang Yang Menolak Nasihat


Pertanyaan :

Pak, sy mau bertanya. Membaca tafsir Surat Yasin 13-32 dari buku yang bapak susun, saya mennyimpulkan bahwa jika kepada sekelompok orang kita sampaikan suatu ajaran agama, lalu orang-orang tersebut hanya membantah/menolak, maka orang-orang tersebut tinggal menunggu datangnya azab Allah. Ini tidak terjadi hanya pada masa kaum Anthakiyyah atau Quraisy, tapi juga pada masa kini. Betul begitu pak, terutama penafsiran saya “untuk masa kini”.

Jawaban :

Al Qur’an adalah petunjuk yang berfungsi sepanjang masa sampai akhir zaman. Jadi kejadian masa lampau itu juga menjadi acuan bisa terjadi di zaman sekarang. Cuma, bentuk azab yang diterima dapat berbeda, tapi esensi yang sama.

Kepariwisataan Kepulauan Seribu


Kepulauan Seribu berpotensi besar untuk pengembangan wisata bahari, mengingat letaknya yang dekat dengan ibu kota negara (Jakarta), sehingga menjadikan kawasan ini mempunyai peluang pengembangan yang baik. Sejalan dengan perkembangan kota-kota besar, maka semakin banyak orang yang menginginkan kembali ke alam. Kegiatan-kegiatan wisata bahari yang dapat dilakukan di dalam kawasan taman nasional antara lain menyelam (scuba diving) pada beberapa spot selam (terdapat 26 spot selam), snorkeling, memancing, wisata pendidikan (penanaman lamun, mangrove, serta rehabilitasi karang, penyu sisik, elang bondol), berjemur di pantai, berkemah, dan lain-lain. Panorama laut di wilayah ini menjadi daya tarik alamiah bagi wisatawan. Panorama seperti pada saat matahari terbit dan matahari terbenam menjadi daya tarik tersendiri. Beberapa pulau di dalam kawasan Taman Nasional telah dikembangkan menjadi resort-resort wisata, dengan sarana pariwisata antara lain dengan dibangunnya dermaga, anjungan pengunjung, restoran dan pondok-pondok inap oleh pihak swasta. Jumlah pulau yang wilayah perairannya berada di Kepulauan Seribu berjumlah 115 buah dimana dari jumlah tersebut tercatat pulau-pulau yang telah dikembangkan sebagai pulau wisata, pulau yang dihuni penduduk dan pulau yang dikuasai perorangan atau badan usaha.

PETA ADMINISTRASI SELATAN

DSC_0326

DSC_0326 DSC_0247 Pengembangan KSPN Kepulauan Seribu sebagai destinasi pariwisata bagi wilayah Indonesia bagian Barat sesuai arahan kebijakan Nasional melalui Ripparnas 2011 akan berperan sangat strategis, dimana potensi wisata kebaharian menjadi unggulan yang mampu bersaing dengan destinasi pariwisata lainnya. Sesuai dengan posisi strategis suatu destinasi pariwisata, maka pengembangan KSPN Kepulauan Seribu merupakan bagian integral pembangunan pariwisata Nasional. KSPN Kepulauan Seribu harus berperan sebagai unsur vital dan penggerak utama perjalanan dan kunjungan wisatawan ke wilayah Indonesia bagian Barat. DSC_0363 Dari ke 38 (delapanbelas) destinasi pariwisata nasional, yang memiliki potensi kebaharian hanya 11 (sebelas) destinasi, dimana yang berlokasi di wilayah Indonesia bagian Barat hanya 3 (tiga) destinasi, yakni Kepulauan Nias, Siberut – Kepulauan Mentawai, dan Pulau Bintan. Selain itu seluruhnya berada di wilayah Indonesia bagian Timur. Oleh karenanya pengembangan KSPN Kepulauan Seribu sebagai destinasi pariwisata dapat mendukung peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara dan nusantara melalui potensi daya tarik wisata yang dimiliki yang berintikan kebaharian. Jika Kepulauan Nias dan Siberut – Kepulauan Mentawai sebagai destinasi pariwisata lebih mengunggulkan wisata surfing, maka KSPN Kepulauan Seribu memiliki keragaman daya tarik wisata bahari yang lebih luas, seperti scuba diving, snorkling, sailing, parasailing, jet ski, dan sebagainya. PETA ADMINISTRASI SELATAN PETA ADMINISTRASI UTARA Pengembangan suatu destinasi mensyaratkan adanya daya tarik berupa daya tarik wisata; fasilitas penunjang pariwisata; aksesibilitas; dan peranserta masyarakat. KSPN Kepulauan Seribu memenuhi persyaratan untuk dikembangkan sebagai destinasi pariwisata, oleh karena selain menawarkan alternatif destinasi, obyek, dan atraksi wisata yang lebih luas bagi wisatawan mancanegara dan nusantara di wilayah Indonesia bagian Barat, juga dalam konstelasi geografis didukung oleh keberadaan gerbang Hang Nadim di Batam dan Bandara Polonia di Medan beserta beberapa pelabuhan lautnya, serta Bandara Minangkabau di Padang. Potensi utama pengembangan KSPN Kepulauan Seribu sebagai destinasi adalah wisata bahari pada perairan dalam Nusantara, yaitu Laut Jawa dan sekitarnya. Prasarana dan sarana pariwisata serta peranserta masyarakat Kepulauan Seribu dalam pengembangan destinasi pariwisata menjadi bagian penting dalam perencanaan Penyusunan Rencana Detil KSPN Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Dalam rencana pembangunan Provinsi DKI Jakarta, kepentingan KSPN Kepulauan Seribu sebagai destinasi pariwisata merupakan bagian dari tujuan RPJP Provinsi DKI Jakarta, yakni mewujudkan Provinsi DKI Jakarta sebagai Daerah Tujuan Wisata Nasional dan Internasional. Tujuan tersebut antara lain diupayakan melalui pengembangan wisata bahari di KSPN Kepulauan Seribu dan Sekitarnya, yang sekaligus juga ditujukan untuk mengintegrasikan pemanfaatan sumber daya kelautan bagi sektor lainnya. KSPN Kepulauan Seribu memiliki visi Terwujudnya KSPN Kepulauan Seribu sebagai Destinasi Internasional Dengan Keunggulan Ekowisata Bahari Berbasis Masyarakat Kata kunci dari visi tersebut adalah :

1.    Destinasi Internasional

Artinya, KPSN Kepulauan Seribu dikembangkan untuk menjadi daerah tujuan wisata bagi wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik. Keberadaan Kepulauan Seribu tidak semata memenuhi kebutuhan wisatawan dalam negeri tetapi jugan wisatawan luar negeri sehingga layanan dan fasilitas yang disiapkan pun dituntut agar memenuhi standar layanan dan fasilitas bertaraf dunia.

2.    Keunggulan Ekowisata Bahari

Artinya, KSPN Kepulauan Seribu dikembangkan sesuai dengan karakternya sebagai wilayah bahari yang ekosistemnya harus tetap dipertahankan. Ekowisata bahari bermakna potensi alam yang unik baik di wilayah pulau maupun wilayah perairan sehingga pengembangannya akan meliputi kedua area tersebut. Wilayah pulau meliputi: daratan dan pesisir pantai sementara wilayah perairan meliputi: bawah laut dan perairan.

3.    Berbasis Masyarakat

Artinya, KSPN Kepulauan Seribu dikembangkan dengan menjadikan masyarakat sebagai sentra. Masyarakat menjadi penggerak utama ekosistem kepariwisataan di wilayah sehingga mereka menjadi penerima manfaat ekonomi dan lingkungan yang terbesar. Guna mewujudkan visi tersebut, maka pengembangan KSPN Kepulauan Seribu memiliki misi yang dikelompokan dalam pilar Kepariwisataan yaitu:

      1. Peningkatan daya saing Kepulauan Seribu sebagai destinasi unggulan strategis
      2. Peningkatan manfaat ekonomi dan lingkungankepada stakeholder
      3. Pengokohan citra Kepulauan Seribu sebagai destinasi berkelanjutan
      4. Penciptaan tata kelola KSPN yang transparan dan akuntabel Dari pilar industri pariwisata, Kepulauan Seribu dikembangkan untuk menghasilkan manfaat secara ekonomi dan manfaat secara lingkungan fisik dan non-fisik kepada para pihak yang berkepentingan, dalam hal ini, masyarakat, industri dan pemerintah.Dari pilar kelembagaan, Kepulauan Seribu adalah wilayah kabupaten administratif dibawah provinsi merupakan ibukota negara. Tata kelola transparan dan akuntabel tentukan menjadikan manajemen kawasan menjadi berkelanjutan serta nilai strategis tersebut tetap terjaga.
      5. Dari pilar pemasaran, Kepulauan Seribu memang dikenal oleh wisatawan domestik tetapi belum populer dikalangan wisatawan mancanegara padahal merekalah yang menjadi pemasok devisa sehingga pencitraan menjadi hal penting untuk keberlanjutan KSPN Kepulauan Seribu
      6. Dari pilar destinasi, Kepulauan Seribu merupakan satu dari segelitir destinasi yang bisa dikatakan strategis karena potensi alam yang dimilikinya menjadikannya disebut sebagai Taman Nasional Laut dan kepulauan ini berlokasi dalam wilayah ibukota negara, DKI Jakarta.

Dari visi dan misi diatas, maka pengembangan KSPN Kepulauan Seribu memiliki tujuan sebagai berikut:

      1. Peningkatan diversifikasi produk ekowisata bahari berbasis masyarakat
      2. Peningkatan daya belanja wisatawan
      3. Peningkatan investasi di sektor pariwisata
      4. Penguatan citra KSPN Kepulauan Seribu
      5. Peningkatan kualitas kinerja lembaga
      6. Sasaran pengembangan KSPN Kepulauan Seribu adalah:
      1. Meningkatnya keanekaragaman daya tarik dan aktivitas ekowisata bahari berbasis masyarakat
      2. Meningkatnya pengeluaran wisatawan
      3. Berkembangnya usaha, industri dan investasi
      4. Menguatnya citra KSPN Kepulauan Seribu
      5. Meningkatnya kualitas kinerja organisasi KSPN Kepulauan Seribu

Ada beragam konfigurasi pola ruang pengembangan destinasi pariwisata namun dalam strategi Ekowisata Bahari berbasis Masyarakat maka digunakan

          1. Single destination, dimana sebagian besar kegiatan wisata berada dalam satu destinasi.
          2. En route, dimana beberapa destinasi dapat dikunjungi dalam perjalanan ke destinasi utama.
          3. Base camp, dimana destinasi yang lain dapat dikunjungi sewaktu berada dalam destinasi utama.
          4. Regional tour, dimana beberapa destinasi dapat dikunjungi ketika berada dalam sebuah wilayah target.
          5. Trip chaining, merupakan tur perjalanan keliling yang dapat melingkupi beberapa destinasi.

Pulau yang dikembangkan dalam ini ini merupakan pulau pusat pelayanan pariwisata yang dihuni oleh masyarakat sehingga bentuk pengembangannya mengutamakan kesempatan usaha masyarakat dan kebermanfaatan bagi masyarakat. Pengembangan ekowisata bahari di pulau-pulau pusat pelayanan dimiliki, dikelola dan diawasi oleh masyarakat setempat. Mereka yang berperan aktif dalam kegiatan pengembangannya, mulai dari rencana, implementasi, monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatannya dinikmati sebanyak mungkin oleh masyarakat setempat dengan memberikan kewenangan keapada mereka untuk mengendalikan kegiatan ekowisata. DSCN0009 Pada pengembangan KSPN Kepulauan Seribu dilakukan pemilihan beberapa pulau sebagai contoh penerapan Ekowisata Bahari berbasis Masyarakat yaitu Pulau Sebaru Kecil untuk WPW Utara, Pulau Harapan untuk WPW Tengah dan Pulau Tidung untuk WPW Selatan. Pulau-pulau ini dijadikan sebagai poin kedatangan dan keberangkatan dari arah Jakarta. Paket yang ditawarkan variatif mulai dari paket 2 malam 3 hari hingga paket 4 malam 5 hari.  

Kalimat Talbiyah


Labbaikallohumma labbaik. Labbaika la syarikalaka labaik. Innal hamda wanni’mata laka wal mulk,  la syarikalak.

Saya penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Aku penuhi panggilan-Mu, tidak
ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala pujian dan
kenikmatan adalah milik-Mu dan juga kerajaan, tidak ada sekutu bagi-Mu.

20130414_090508

20130417_041331

DSCI0023

1. Sugeng Supriyadi Slamet

2. Yunanto Pawiro Parjo

3. Muhamad Toha Urta Saerun

4. Indah Rushardjanti Sri Hono

5. Sulaiman Mogamat Faik

6. Sabidi Azwan Hasyim

20130417_061334

DSCI0032

20130417_042956

DSCI0038

Thanks to : http://www.atmtours.com/galeri/umroh/2013/atm_tours_family/index.html?page=3.

ATM Tours

Aero City


Konsep Pengembangan Kota Bandara atau Airport City—atau istilah yang saat ini dikenal dengan sebutan Aerotropolis—tak pernah lepas dari peningkatan jaringan dunia yang serba cepat yang mempengaruhi perubahan aturan main persaingan industri dan isu lokasi atau tempat usaha. Penggagas istilah Aerotropolis, John D. Kasarda, seorang profesor di University of North Carolinas Kenan-Flagler Business School , dan Direktur dari the Kenon Institute of Private Enterprise, menulis dalam beberapa artikel dan buku, terkait dengan mengapa Aerotropolis menjadi sangat penting di abad 21.

Gambar 4

Continue reading “Aero City”

As-maa-ul Hus-naa 2


  1. Huwalloohul ladzii laa ilaaha illaa huwar roh-maanur rohiim.
  2. Al malikul quddusus salaamul mutminul muhaiminul aziizul jabbaarul mutakabbir.
  3. Al khooliqul baari-tul mushowwirul ghoffaarul hhaar.
  4. Al wahhabur rozzaaqul fattaahul aliim.
  5. Al obidlul baasithul haafidlur roofi¶.
  6. Al mu-izzul mudzillus samii-ul bashiir.
  7. Al hakamul adlul lathiiful khobiir.
  8. Al haliimul azhiimul ghofuurusy syakuurul aliyyul kabiir.
  9. Al hafiizhul muqiitul hasiibul jaliil.
  10. Al kariimur roqiibul mujiibul waasi-ul hakiim.
  11. Al waduudul majiidul baatitsusy syahiid.
  12. Al haqqul wakiilul wiyyul matiin.
  13. Al waliyyul hamiidul muh-shil mub-di-ul mu-iidul muh-yil mumiit.
  14. Al hayyul yyuumul waajidul maajidul waahidul ahadush shomad.
  15. Al odirul muq-tadirul muddimul mu-akh-khirul awwalul aakhiruzh zhoohirul baathin.
  16. Al waalil muta-aalil barrut tawwabul munt-taqimul afuwwur ro-tuufu maalikul mul-ki dzul-jalaali wal ik-room.
  17. Al muq-sithul jaami-ul ghoniyyul mugh-nil maani-udl dloorrun naafi-un nuurul haadil badii-ul baaqil waaritsur rosyiidush shobuur.

As-maa-ul Hus-naa 1


Ya Roh-maan(u) Wahai Yang Maha Pengasih
Ya   Rohiim(u) Wahai Yang Maha Penyayang
Ya   Malik(u) Wahai Yang Maha Merajai
Ya   Qudduus(u) Wahai Yang Maha Suci
Ya   Saalam(u) Wahai Yang Maha Menyelamatkan
Ya   Mu`min(u) Wahai Yang Maha Pemelihara Keamanan
Ya   Muhay-min(u) Wahai Yang Maha Penjaga
Ya   Aziiz(u) Wahai Yang Maha Mulia
Ya   Jabbaar(u) Wahai Yang Maha Perkasa
Ya   Mutakabbir(u) Wahai Yang Maha Megah
Ya   Khooliq(u) Wahai Yang Maha Pencipta
Ya   Baari-`(u) Wahai Yang Maha Melepaskan
Ya   Mushawwir(u) Wahai Yang Maha Pembentuk
Ya   Ghoffaar(u) Wahai Yang Maha Pengampun
Ya   Qohhaar(u) Wahai Yang Maha Pemaksa
Ya   Wahhaab(u) Wahai Yang Maha Pemberi
Ya   Rozzaaq(u) Wahai Yang Maha Pemberi Rezeki
Ya   Fattaah(u) Wahai Yang Maha Membukakan
Ya   Aliim(u) Wahai Yang Maha Mengetahui
Ya   Qoobidl(u) Wahai Yang Maha Mencabut
Ya   Baasith(u) Wahai Yang Maha Meluaskan
Ya   Khoofidl(u) Wahai Yang Maha Menjatuhkan
Ya   Roofi-(u) Wahai Yang Maha Mengangkat
Ya   Mu-izz(u) Wahai Yang Maha Pemberi Kemuliaan
Ya   Mudzill(u) Wahai Yang Maha Pemberi Kehinaan
Ya   Samii-(u) Wahai Yang Maha Mendengar
Ya   Bashiir(u) Wahai Yang Maha Melihat
Ya   Hakam(u) Wahai Yang Maha Menetapkan Hukum
Ya   Adl(u) Wahai Yang Maha ‘Adil
Ya   Lathiif(u) Wahai Yang Maha Lemah Lembut
Ya   Khobiir(u) Wahai Yang Maha Waspada
Ya   Haliim(u) Wahai Yang   Maha Penyantun
Ya   Azhiim(u) Wahai Yang   Maha Agung
Ya   Ghofuur(u) Wahai Yang   Maha Pengampun
Ya   Syakuur(u) Wahai Yang   Maha Menghorgai
Ya   Aliyy(u) Wahai Yang   Maha Tinggi
Ya   Kabiir(u) Wahai Yang   Maha Besar
Ya   Hafiizh(u) Wahai Yang   Maha Memelihara
Ya   Muqiit(u) Wahai Yang   Maha Pernberi Kecukupan
Ya   Hasiib(u) Wahai Yang   Maha Menghitung/Penjamin
Ya   Jaliil(u) Wahai Yang   Maha Llihur
Ya   Kariim(u) Wahai Yang   Maha Pemurah
Ya   Roqiib(u) Wahai Yang   Maha Peneliti
Ya   Mujiib(u) Wahai Yang   Maha Mengabulkan
Ya   Waasi-(u) Wahai Yang   Maha Luas
Ya   Hakiim(u) Wahai Yang   Maha Bijaksana
Ya   Waduud(u) Wahai Yang Maha Mengasihi/Menyayangi
Ya   Majiid(u) Wahai Yang   Maha Mulia
Ya   Baa-its(u) Wahai Yang   Maha Membangkitkan
Ya   Syahiid(u) Wahai Yang   Maha Menyaksikan/Mengetahui
Ya   Haqq(u) Wahai Yang   Maha Benar
Ya Wakiil(u) Wahai Yang Maha Memelihara Penyerahan
Ya   Qowiyy(u) Wahai Yang   Maha Kuat
Ya   Matiin(u) Wahai Yang   Maha Kokoh/Perkasa
Ya   Waliyy(u) Wahai Yang   Maha Melindungi
Ya   Hamiid(u) Wahai Yang   Maha Terpuji
Ya   Muh-shii Wahai Yang   Maha Penghitling
Ya   Mub-di`(u) Wahai Yang   Maha Memulai
Ya   Mu-iid(u) Wahai Yang   Maha Mengulangi
Ya   Muh-yi Wahai Yang   Maha Menghiclupkan
Ya   Mumiit(u) Wahai Yang   Maha Mematikan
Ya   Hayy(u) Wahai Yang   Maha Hidup
Ya   Qoyyuum(u) Wahai Yang Maha   Berdiri-sendiri
Ya   Waajid(u) Wahai Yang   Maha Menemukan/Kaya
Ya   Maajid(u) Wahai Yang   Maha Mulia
Ya   Waahid(u) Wahai Yang   Maha Esa
Ya   Ahadde(u) Wahai Yang   Maha Esa
Ya   Shomad(u) Wahai Yang   Maha Dibutuhkan
Ya   Qoodir(u) Wahai Yang   Maha Kuasa
Ya   Muqqo-tadir(u) Wahai Yang   Maha Menentukan
Ya Muqoddim(u) Wahai Yang   Maha Mendahulukan
Ya   Muakh-khir(u) Wahai Yang   Maha Mengakhirkan
Ya   Awwal(u) Wahai Yang   Maha Awal/Pertama
Ya   Aakhir(u) Wahai Yang   Maha Akhil/Penghohisan
Ya   Zhoohir(u) Wahai Yang   Maha Nyata
Ya   Baathin(u) Wahai Yang   Maha Tersembunyi
Ya   Waali Wahai Yang   Maha Menguasai
Ya   Muta-aali Wahai Yang   Maha Agung/Tinggi
Ya   Barr(u) Wahai Yang   Maha Dermawan
Ya   Tawwaab(u) Wahai Yang   Maha Menerima Taubat
Ya   Munt-taqiim(u) Wahai Yang   Maha Penyiksa
Ya   Afuww(u) Wahai Yang   Maha Pema’af
Ya   Ro-uuf(u) Wahai Yang   Maha Pengasih
Ya   Maalikul Mulki Wahai Yang   Maha Menguasai Kerajaan
Ya   Dzul Jalaali wYa lkroomi Wahai Yang Maha Memiliki Kebesaran dan Kemuliaan
Ya   Muqqo-sith(u) Wahai Yang   Maha Adil
Ya   Jaami-(u) Wahai Yang   Maha Mengumpulkan
Ya   Ghoniyy(u) Wahai Yang   Maha Kaya
Ya   Mugh-niy Wahai Yang   Maha Pemheri Kekayaan
Ya   Maani-(u) Wahai Yang   Maha Menolak/Membela
Ya   Dloorr(u) Wahai Yang   Maha Pemberi Bahaya
Ya   Naafi(u) Wahai Yang   Maha Pemberi Rahmat
Ya   Nuur(u) Wahai Yang   Maha Bercahaya
Ya   Haadi Wahai Yang   Maha Pemberi Petunjuk
Ya   Badii-(u) Wahai Yang   Maha Pencipta Yang Baru
Ya   Baaqii Wahai Yang   Maha Kekal
Ya   Waarits(u) Wahai Yang   Maha Mewarisi
Ya   Rosyid(u) Wahai Yang   Maha Cendekia
Ya   Shobuur(u) Wahai Yang   Maha Penyabar