Tantangan Kampanye Sadar Kebakaran Bagi Masyarakat


Bencana kebakaran di wilayah kota merupakan gejala yang ”umumnya” sejalan dengan perkembangan kota itu sendiri, artinya dengan adanya perkembangan kota terjadi pula peningkatan kuantitas dan kualitas kebakaran, ancaman bahaya kebakaran semakin kompleks. Tiada hari tanpa kebakaran di Jakarta, bahkan dalam satu hari kebakaran dapat terjadi di beberapa tempat sekaligus. Hingga 27 Desember 2010, tercatat sebanyak 693 kasus kebakaran. Angka ini menurun dibanding tahun 2009 yang mencapai 769 kasus. Ratusan rumah ludes dilalap api, belum lagi kerugian material dan korban jiwa.

Menghadapi fenomena ini, sikap yang dapat diambil secara garis besar dapat dibagi dua. Pertama, pencegahan, yakni antisipasi jika peristiwa kebakaran itu belum terjadi. Kedua, pemadaman dan penyelamatan, yakni jika peristiwa kebakaran itu sudah terjadi. Hal lain yang juga perlu difahami penduduk kota adalah peran mana yang dapat dilakukan dalam kedua sikap tersebut dan upaya yang dibutuhkan untuk memberdayakan peran tersebut.

Ancaman bahaya kebakaran di wilayah kota secara umum dapat dibagi atas : kebakaran biasa dan kebakaran khusus. Kebakaran biasa dapat dirinci atas : kebakaran umum, kebakaran nitrogen, kebakaran di pemukiman berbahan kayu, kebakaran pada struktur outdoor, seperti mobil, tiang lampu. Sedangkan kebakaran khusus antara lain adalah : kebakaran bangunan menengah-tinggi, kebakaran bawah tanah, kebakaran bangunan berbahaya, kebakaran hutan, kebakaran tangki-truk, kebakaran akibat tabrakan / kecelakaan, kebakaran bangunan berbahaya secara khusus, kebakaran di lahan parkir, kebakaran bangunan berbahaya (instalasi kimia, penyimpanan bahan berbahaya, pembangkit tenaga listrik), kebakaran alam liar, kebakaran perahu / kapal, kebakaran pada kecelakaan pesawat udara, kebakaran truk tangki, kebakaran bangunan khusus yang ditentukan kepala UPTDpemadam kebakaran.

Menghadapi berbagai jenis kebakaran tersebut, untuk sikap pencegahan dapat dirinci atas : kesiapan menghadapi bencana dan ketersediaan pedoman pembangunan di wilayah kota untuk pencegahan kebakaran. Kesiapan menghadapi bencana antara lain meliputi : pencegahan meluasnya kebakaran, pencegahan awal kebakaran, peningkatan kesiapan penanggulangan kebakaran, pemberdayaan respon darurat tahap awal, manajemen informasi, pencegahan meluasnya kebakaran. Sedangkan ketersediaan pedoman pembangunan lebih merupakan urusan pihak-pihak terkait dalam lingkup pemerintah kota. Untuk sikap pemadaman dan penyelamatan, hal ini terkait dengan operasi dari instansi yang bertanggung jawab untuk itu, karena di sini dibutuhkan pendidikan, dan keahlian khusus. Dengan demikian, upaya pemadaman dan penyelamatan lebih merupakan urusan pihak-pihak terkait dalam lingkup pemerintah kota. Peran serta masyarakat lebih berada pada sisi pencegahan, berupa kesadaran, kepedulian dan ketrampilan.

Peningkatan peran serta masyarakat dapat dilakukan melalui pembinaan dan penyuluhan secara sistematis dan berkesinambungan. Masyarakat sangat bervariasi yang ditentukan oleh faktor usia, jender, pengalaman, pendidikan, budaya, status ekonomi dan sosial, sehingga diperlukan suatu sistem pembinaan dan pemberdayaan masyarakat yang kondusif. Ini menyangkut subyek, obyek dan metoda di satu sisi dan tindakan promotif, persuasif, dan apresiatif di sisi lainnya.

Secara garis besar upaya peningkatan peran serta masyarakat dapat dilakukan melalui : pendidikan masyarakat, hubungan masyarakat dan penyuluhan, kursus, dan sertifikasi. Penyelenggaraan pendidikan masyarakat dalam rangka penanggulangan kebakaran antara lain berupa : pendidikan masyarakat (public education) mengenai fire safety, pembinaan satlakar atau balakar, meningkatkan pengetahuan dan penguasaan teknik P3K, keselamatan akan bahaya kebakaran di rumah tangga, langkah-langkah menghadapi kebakaran yang disengaja (arson fire), langkah-langkah pengunaan alat-alat rumah tanga secara tepat / aman, langkah-langkah menghadapi kecelakaan dalam kehidupan sehari-hari, langkah-langkah untuk menangani penduduk manula, langkah-langkah untuk menangani penduduk cacat, pelatihan balakar, pendidikan proteksi kebakaran dan bencana lain bagi siswa SD dan sekolah menengah, serta pembentukan paguyuban proteksi kebakaran.

Penyelenggaraan hubungan masyarakat dan penyuluhan dalam rangka penanggulangan kebakaran antara lain berupa : pembinaan masyarakat dalam kesiagaan menghadapi bencana (disaster pre-paredness), penyelenggaraan fire safety campaign, kegiatan hubungan masyarakat, penyelenggaraan konser musik oleh korp dari instansi pemadam kebakaran, museum kebakaran, pendidikan praktis di pusdiklat, penyelenggaraan hari bakti pemadam kebakaran, penyelenggaraan hari penanggulangan bahaya kebakaran pada warisan budaya, kampanye pencegahan kebakaran, lomba menggambar kebakaran untuk siswa sekolah, parade sumber daya penanggulangan kebakaran dan bencana lain di perairan, Minggu aman bahan / benda berbahaya, Minggu / hari kesiapan menghadapi bencana kebakaran dan bencana lain, kampanye perawatan tangga kebakaran untuk evakuasi, pengadaan pojok bimbangan masyarakat di instansi pemadam kebakaran, jajak pendapat mengenai layanan kebakaran, penyebaran kuesioner tahunan mengenai tinjauan proteksi kebakaran, dan pembuatan homepage pemadam kebakaran.

Penyelenggaraan kursus dalam rangka penanggulangan kebakaran antara lain berupa : kursus untuk manajer pencegahan kebakaran, kursus untuk teknisi bahan / benda berbahaya, kursus untuk teknisi perlindungan kebakaran, dan pelatihan untuk pegawai pusat keselamatan bangunan.

Penyelenggaraan sertifikasi dalam rangka penanggulangan kebakaran ditujukan kepada : manajer pencegahan kebakaran, pakar bahan / benda berbahaya, pakar pencegahan kebakaran, karyawan pusat keselamatan bangunan, anggota brigade pemadam kebakaran pribadi.

Demikian secara garis besar dan umum langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan bahaya kebakaran. Selanjutnya adalah bagaimana merealisasikan langkah-langkah tersebut menjadi kegiatan nyata, disesuaikan dengan kondisi kota yang bersangkutan dengan harapan tumbuhnya sikap pencegahan masyarakat terhadap ancaman bahaya kebakaran. Jika ini dapat diwujudkan, masyarakat akan antusian menyambutnya, sebagaimana terbukti pada pelaksanaan pelatihan atasi kebakaran di Kelurahan Gandaria Utara, Kebayoran Baru, yang diikuti ratusan warga (http://www.poskota.co.id/megapolitan/2011/06/16/warga-gandaria-sambut-antusias-pelatihan-atasi-kebakaran).

Keterangan : Ditulis pada tanggal 30 Juni 2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s