Meningkatkan Daya Tarik Wisata Depok


Berbicara mengenai daya tarik wisata Depok, yang timbul dalam pikiran kita adalah Masjid Dian Al Mahri atau yang lebih populer sebagai Masjid Kubah Emas. Terkadang kita lupa kalau Depok juga memiliki : Pengajian Rutin Ustadz Arifin Ilham (wisata religi), pasar kaget Minggu pagi di Jl. Juanda (wisata belanja), dan Godong Ijo (agro wisata).

Akhir-akhir ini di Kota Depok mulai berkembang beberapa daya tarik wisata baru yang mengarah ke bentuk daya tarik khusus dari jenis taman ria dan sirkus, antara lain : Depok Fantasy Water Park, Zidane Water Park, Taman Wisata Pasir Putih, dan Kampung 99 Pepohonan, di samping yang sudah lebih dahulu ada seperti : Ceria Kolam Renang / Water Boom, Studio Alam TVRI, Kolam Renang Aquatic Fantasy, dan Kolam Renang Tirtaria. Jenis daya tarik wisata ini memiliki keuntungan, yakni dapat menarik kunjungan wisatawan dalam jumlah besar, sehingga memberikan keuntungan ekonomi yang cukup baik bagi pengelolanya. Sayangnya keuntungan ekonomi tersebut tidak dibarengi dengan pemerataan sebaran keuntungan ekonomi (multiplier effect). Mungkin sudah, tetapi kurang maksimal.

Untuk menyoroti hal ini kita ambil 2 daya tarik wisata baru di Kota Depok, yakni Zidane Water Park dan Taman Wisata Pasir Putih. Kedua daya tarik wisata ini berada di Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan. Kedua daya tarik wisata ini dicapai setelah melewati Jl. Muhtar, Tugu Batu, lalu Jl. Sawangan Permai dan berlanjut ke Jl. Pasir Putih. Yang kurang disadari, ternyata antara lokasi kedua daya tarik wisata ini dengan Tugu Batu tersebut terdapat beberapa hal yang seharusnya dapat dimanfaatkan sebagai daya tarik sekunder bagi wisatawan yang mengunjungi kedua daya tarik wisata tersebut.

Sebut saja permukiman Sawangan Permai, di sana terdapat beberapa hal yang pasti menarik bagi wisatawan, antara lain : cenderamata berbahan kain dari Citra Handycraft hasil kreasi Ibu Aryono, Boneka Barbie “Salma” hasil kreasi Ibu Sukmawati Suryaman, dodol belimbing dewa dari KUB Harapan Sejahtera Abadi, pengobatan / terapi lintah hidup dari Tinggal Guharto, dan obat herbal Al Birru dari dr. Ipak. Mendekati Tugu Batu terdapat UKM yang memproduksi aneka mainan anak-anak dengan label Hanimo Toys. Belum lagi adanya sejumlah perkebunan belimbing dan jambu di sepanjang Jalan Pasir Putih. Berbagai hal ini seharusnya dapat dimanfaatkan turut menarik minat wisatawan.

Untuk dapat menjadikan hal-hal tersebut menarik bagi wisatawan diperlukan 3 langkah. Pertama, membenahi dan menata penampilan sehingga memenuhi kriteria Sapta Pesona. Misalnya aspek kebersihan, tersedianya tempat parkir secukupnya, dan sebagainya. Kedua, pengadaan sarana petunjuk dan informasi yang dapat menuntun wisatawan. Ketiga, kerjasama dengan pengelola kedua daya tarik wisata tersebut untuk turut serta menginformasikan adanya daya tarik wisata sekunder tersebut, sebagai bagian dari CSR (corporate social responsibility) mereka bagi warga sekitar. Pendekatan seperti ini kiranya dapat juga diterapkan pada daya tarik wisata lain di Kota Depok. Dengan cara ini diharapkan multiplier effect kegiatan pariwisata dapat diwujudkan.

Keterangan : Ditulis pada tanggal 28 Juni 2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s