Menanggulangi Bencana Kebakaran melalui Sistem Proteksi Total


Belum lepas dari ingatan kita ketika bencana kebakaran menimpa pabrik sandal Swallow di Penjaringan, Jakarta Utara. Kejadian kebakaran berlangsung sampai lebih dari 1 hari, dari tanggal 11 Maret 2010 dan pada tanggal 20 Maret 2010 api kembali berkobar. Dalam kejadian ini, Dinas Pemadam Kebakaran Provinsi DKI Jakarta sampai mengerahkan 23 kendaraan pemadam kebakaran.

Di luar kebiasaan umumnya, di mana jika kendaraan pemadam kebakaran sudah dikerahkan, maka kejadian bencana kebakaran dapat dianggap selesai. Pada peristiwa tersebut, api baru dapat dipadamkan setelah lebih dari 1 hari. Api yang semula sudah padam, ternyata membesar kembali, sehingga memerlukan upaya pemadaman kembali. Kejadian ini berlangsung beberapa kali. Pihak yang berwenang mengatakan bahwa hal ini disebabkan adanya timbunan materi di pabrik tersebut, yang menyulut nyala api baru.

Dalam suatu kejadian bencana kebakaran, dikenal adanya 3 tahap kebakaran, yaitu : tahap pertumbuhan, tahap bakar (flash over), dan tahap surut. Tahap pertumbuhan terjadi sekitar 20 menit pertama, di mana pada tahap inibterjadi kenaikan suhu di TKP sampai mencapai sekitar 200 oC. Tahap bakar terjadinya pembesaran api secara cepat dan lonjakan suhu sampai mencapai sekitar 1.200 oC. Pada saat ini seluruh benda dalam ruangan serentak terbakar dan pancaran panas sampai 20 Kw/m2. Tahap berikutnya adalah tahap surut, di mana api mulai secara berangsur-angsur mengecil untuk kemudian padam.

 

Sumber : Pusat Litbang Permukiman, Balitbang PU, Kementerian Pekerjaan Umum

Yang patut diperhatikan terkait dengan kejadian di pabrik Swalow, adalah kemungkinan adanya sejumlah sumber api. Satu sumber sudah diatasi dan sudah mencapai tahap surut, tetapi tanpa diketahui ternyata ada sumber lain yang baru mulai memasuki tahap pertumbuhan. Kejadian seperti inilah yang harus diwaspadai dalam pengembangan sistem proteksi terhadap bencana kebakaran.

Hal lain yang patut menjadi perhatian, idealnya kendaraan pemadam kebakaran sudah harus tiba di TKP dan sudah mulai gelar perlengkapan sebelum tahap bakar (flash over) terjadi. Inilah yang dikenal sebagai waktu tanggap / response time. Semakin kecil besar response time, semakin baik. Waktu tanggap itu sendiri, selengkapmya meliputi dispatch time, waktu tempuh (travel time), turn-out time, access time, dan set-up time. Di Jakarta,  ini masih di atas 10 menit, sementara itu di beberapa kota besar di luar negeri waktu di bawah 10 menit menjadi patokan. Dengan kondisi kemacetan lalu-lintas yang semakin parah di Jakarta, upaya memperkecil waktu tempuh (travel time) akan menjadi persoalan tersendiri.

Beberapa pelajaran yang seharusnya dapat dipetik dari kejadian tersebut antara lain dibutuhkannya penerapan konsep sistem proteksi aktif, sistem proteksi pasif dan fire safety management. Sistem proteksi aktif mencakup : sistem deteksi dan alarm kebakaran, sistem pemadam berbasis air manual / otomatik  / kimia portable / kimia khusus, dan peralatan pendukung sistem aktif (sumber air, genset, pompa kebakaran). Sistem proteksi pasif adalah berupa : pembatasan pemakaian bahan mudah terbakar, penerapan sistem kompartemenisasi, penggunaan konstruksi tahan api, perlindungan pada bukaan, sistem pengendalian asap, penyediaan sarana jalan ke luar yang aman, dan penerpan site planning for fire safety. Unsur ketiga, yaitu fire safety management adalah : pemeriksaan berkala terhadap sistem dan peralatan proteksi kebakaran, pembentukan tim emergency yang dinamis, pembinaan dan pelatihan personil, penyusunan fire emergency plan, latihan kebakaran dan evakuasi, penyusunan SOP aman kebakaran, fire safety audit, firesafe housekeeping, dan sosialisasi, Ketiganya membentuk sistem proteksi total. Dengan adanya ketiga hal ini kejadian bencana kebakaran diharapkan dapat diminimalisasi, dan kalaupun terjadi penanggulangannya seharusnya seoptimal mungkin dan kerugiannya seminimal mungkin.

Keterangan : Ditulis pada tanggal 5 Desember 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s