Tantangan Pembenahan Daya Tarik Pariwisata Kabupaten Bogor


Kawasan Pariwisata Puncak, warga Jakarta dan Bogor mana yang tidak kenal kawasan ini. Setiap ada long week end atau hari libur nasional kawasan ini senantiasa dibanjiri wisatawan. Berita kemacetan lalu-llintas pada jalan yang melewati kawasan ini, serta kesibukan polisi dan Dinas Perhubungan dalam mengelola lalu-lintas akan menghiasi layar kaca. Namun, sadarkah kita kalau kawasan ini ternyata berada di Kabupaten Bogor ? Mosok sih ?

Bagi warga Jakarta, untuk mencapai Kawasan Pariwisata Puncak cara yang paling mudah adalah dengan menyusuri jalan toll Jakarta – Bogor – Ciawi – Puncak. Ceritanya akan berbeda jika yang menjadi tujuan adalah Kabupaten Bogor. Untuk mencapai Kabupaten Bogor dari arah utara dapat melalui : Tol Jagorawi (untuk wilayah bagian barat), jalan Ciputat – Gaplek – Parung – Leuwiliang (untuk wilayah bagian timur), dan Jalan Raya Bogor dari Cililitan – Depok – terus ke selatan (untuk wilayah bagian tengah).

Lantas apa menariknya Kabupaten Bogor, di samping Kawasan Pariwisata Puncak di atas. Bicara tentang Bogor, biasanya yang menjadi perhatian adalah Kota Bogor itu. Padahal Bogor juga bisa diartikan sebagai Kabupaten Bogor. Untuk Kota Bogor, ada sejumlah daya tarik pariwisata yang cukup mengundang untuk didatangi. Yang terkenal tentunya Kebun Raya Bogor, dengan Istana Bogor, Museum Zoologi, Museum Etnobotani, dan Bunga Raflesia. Di luar itu masih di Kota Bogor ada juga : Prasasti Batu Tulis, Danau Situgede, Museum Tanah, Museum Peta, Museum Perjuangan, dan Taman Topi (Plaza Kapten Muslihat). Itu kalau kita berbicara tentang Kota Bogor.

Untuk Kabupaten Bogor, di samping Kawasan Puncak yang sangat terkenal bagi warga Jakarta dan Bandung sebagai tempat berakhir pekan, sejumlah daya tarik pariwisata lainnya yang menjadi andalan Kabupaten Bogor adalah : Telaga Warna (Kecamatan Megamendung), Prasasti Ciaruteun (Kecamatan Cibungbulang), Goa Gudawang (Kecamatan Cigudeg), Perkemahan di Kawasan Gunung Salak (Kecamatan Cibungbulang), Taman Safari Indonesia (Kecamatan Cisarua), air panas Ciseeng (Kecamatan Parung), dan Taman Rekreasi Lido (Kecamatan Cijeruk). Ini baru yang menjadi andalan. Yang tidak menjadi andalan tetapi cukup menarik lebih banyak lagi : Taman Wisata Mekarsari, Curug Seribu, Air Panas di Lokasi Cipanas, Mata Air Panas Lokapurna, Bumi Perkemahan Gunung Bunder, Kampung Wisata Tradisional Cinangneng, Wisata Religius, Wana Wisata Sukamantri, Curug Bandung, Curug Lontar dan Curug Karacak, Batu Tapak, Curug (Air Terjun) Cilember, Penangkaran Rusa, Telaga Warna, Setu Gunung Putri, Setu Cikaret, Setu Citatah, Setu Kemuning, Setu Tonjong, Situ Kandondong, Setu Cigudeg, Setu Pasir Maung, Setu Terate, Sentul City, Kampung Cimande, Kawasan Wisata Kampung Pending, Kebun Durian Warso (Warso Farm), Kebun Wisata Pasir Mukti. Wah, ternyata akhir pekan dan liburan tidak harus dihabiskan dengan bermacet-macet di perjalanan dari dan menuju Kawasan Pariwisata Puncak, utamanya bagi warga Jakarta. Cukup banyak pilihan yang tersedia.

Salah satu pilihan misalnya Kawasan Gunung Salak Endah (GSE). Kawasan ini memiliki daya tarik pariwisata berupa enam air terjun : Curug Luhur, Curug Ngumpet, Curug Cigamea, Curug Nangka, Curuk Luhur, dan Curug Cihurang, di samping Kawah Ratu dan air panas Gunung Picung. Bayangkan, 6 air terjun ! Bagi kawula muda hal ini akan menjadi tantangan yang sangat menarik, untuk menguji kemampuan mencapai ke-6 air terjun tersebut. GSE terletak di barat Kota Bogor. Selain ke-6 curug di GSE tersebut, Kabupaten Bogor masih memiliki 4 curug lain : Curug Cilember, Curug Bandung, Curug Lontar dan Curug Karacak, dan Curug Seribu. Gunung Salak itu sendiri sudah lama dikenal sebagai sumber energi untuk penyembuhan dan pemulihan vitalitas, antara lain dengan keberadaan Javana Spa yang berlokasi di lereng Gunung Salak.

Akses untuk menuju GSE adalah jalur Cemplang-Pamijahan-GSE, yang memiliki jarak dan waktu tempuh terpendek jika dihitung dari jalan raya Bogor-Leuwiliang. Untuk menuju ke lokasi, Anda perlu waktu sekitar satu setengah jam dari Jakarta. Alternatif lain adalah : Cikampek-GSE-Cibatok-GSE dan Tamansari-Gunung Bunder-GSE. Sayangnya akses jalan ke lokasi di kawasan Bogor bagian barat itu masih memerlukan pembenahan, sehingga menyulitkan orang untuk datang berkunjung ke sana.

Bagi kaum muda pecinta danau/setu, di Kabupaten Bogor ternyata terdapat 9 setu, yaitu : Setu Cigudeg, Setu Cikaret, Setu Citatah, Setu Gunung Putri, Setu Kemuning, Setu Pasir Maung, Setu Terate, Setu Tonjong, dan Setu Kandondong. Inipun akan menjadi tantangan yang sangat menarik, untuk menguji kemampuan mencapai ke-9 setu tersebut.

Sayangnya, berbagai daya tarik pariwisata ini belum dipoles secara memadai untuk dapat dinikmati oleh wisatawan menengah ke atas. Dengan kondisi yang masih seadanya hanya wisatawan remaja pecinta alam dari Bogor dan Depok yang benar-benar tangguh saja yang tertantang untuk menikmati segenap curug dan setu di atas. Dibutuhkan upaya pengemasan, serta promosi yang tepat sasaran, agar volume kunjungan dapat meningkat. Paling tidak hendaknya tersedia informasi mengenai keberadaannya, seperti : lokasi, sediaan transportasi umum untuk pencapaian, dan biaya yang dibutuhkan. Informasi ini dapat disajikan dalam bentuk booklet yang dibagikan ke sekolah-sekolah, fasilitas akomodasi, pom bensin, terminal, dan sebagainya. Lokasi penyebarannya jangan hanya di Kabupaten Bogor saya, tetapi juga Kota Bogor dan Kota Depok.

Selain booklet, Disbudpar dapat mendirikan billboard yang menggambarkan daya tarik pariwisata pada radius maksimal sekitar 3 km, atau radius pencapaian sekitar 30 menit dari daya tarik pariwisata yang bersangkutan. Misalnya untuk daya tarik pariwisata air panas Ciseeng, billboard dapat diletakkan di perempatan Bojong Sari, Gaplek, bahkan Ciputat. Pada rambu-rambu lalu-lintas penunjuk arah, hendaknya Dinas Perhubungan dapat memasukkan daya tarik pariwisata terdekat ke dalam rambu yang dipasang. Upaya yang lebih serius dapat dilakukan dalam bentuk seperti lomba penulisan artikel kepariwisataan Kabupaten Bogor (bagi remaja, mahasiswa, wartawan dan umum), menyelenggarakan paket perjalanan wisata bagi penulis-penulis pariwisata nasional dan regional.

Ini baru dari sisi permintaan, pengemasan dari sisi sediaan tentunya perlu pula dipacu. Kiranya Disbudpar dapat mengemas daya tarik pariwisata di Kabupaten Bogor agar memiliki daya saing yang tinggi, sehingga menjadi menarik bagi wisatawan dari Jakarta, Kota Depok dan Kota Bogor, sebagai alternatif bagi Kawasan Pariwisata Puncak yang senantasa dihantui kemacetan.

Keterangan : Ditulis pada tanggal 21 Juni 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s