Memahami Potensi Bencana Perkotaan dan Implikasinya


Instansi Pemadam Kebakaran (IPK) pada dasarnya mempunyai tugas pokok pemadaman kebakaran. Namun, bencana yang dihadapi suatu wilayah, dapat tidak terbatas hanya pada bencana kebakaran. Ada jenis-jenis bencana lain yang perlu diwaspadaI. Di samping itu, bencana kebakaran itu sendiri, dapat pula tidak merupakan jenis kebakaran “biasa”, tapi berupa jenis bencana kebakaran khusus. Berikut ini beberapa kemungkinan kasus bencana kebakaran, yang barangkali dapat membuka mata kita.

Pertama, di Indonesia terdapat sejumlah kota yang sudah “berstatus” metropolitan. Di kota-kota ini biasanya banyak terdapat bangunan gedung tinggi dan berukuran besar termasuk superblock dengan berbagai jenis penggunaan bangunan. Kedua, adanya guna lahan industri menimbulkan peluang kebakaran industri. Beberapa bahan kimia begitu mudah meledak sehingga mereka dengan mudah menyala bila terkena udara. Sebagai contoh, kebakaran tangki yang diikuti dengan ledakan (bleve), sebagaimana pernah terjadi di Plumpang (Jakarta) dan Cilacap (Jawa Tengah). Ketiga, kebakaran di underpass, sub-way, fly-over, ruang parkir bawah tanah, dan terowongan. Keempat, kebakaran di lokasi umum atau tempat-tempat terbuka termasuk fasilitas publik yang timbul dari lalu lintas / transportasi / delivery bahan-bahan atau benda-benda berbahaya melalui jalur lalu lintas umum. Siapkah IPK memadamkan kebakaran berbagai jenis kebakaran tersebut ?

Belum lagi untuk bencana di luar kebakaran. Sebagai contoh, pertama, keruntuhan bangunan atau struktur (misal jembatan), sebagaimana yang terjadi di Kalimantan dan Banten belum lama ini. Kedua, kecelakaan industri (kebocoran gas, ledakan), yang berpeluang terjadi di lokasi industri kimia dan petrokimia, industri penyulingan minyak, dan instalasi penyimpanan gas alam cair (LNG). Ketiga, kebakaran pada instalasi penyimpanan gas dan cairan yang mudah terbakar. Keempat, ancaman bencana dari gudang bahan-bahan kimia, instalasi penyulingan air bersih dengan menggunakan klorin, industri pupuk dan pestisida, instalasi nuklir, pangkalan militer (instalasi biologi, nuklir dan kimia serta pusat persenjataaan). Kelima, kecelakaan atau gangguan akibat adanya benda-benda berbahaya dan beracun (hazard material) seperti : bahan kimia sangat beracun (methyl isocyanate, phosgene), bahan kimia beracun (acrylonitrile, ammonia, chlorine, sulphur dioxide, hydrogen sulphide, hydrogen cyanide, carbon disulphide, hydrogen fluoride, hydrogen chloride, dan sulphur trioxide), gas dan cairan mudah terbakar, dan bahan peledak (ammonium nitrate, nitroglycerine, C4, PETN, TNT). Siapkah IPK memadamkan kebakaran berbagai jenis kebakaran dan bencana tersebut ?

Menghadapi potensi kebakaran dan bencana lain tersebut, IPK yang terutama berada di kota-kota besar sudah waktunya ditingkatkan kemampuannya. Jakarta, sebagai contoh, telah meningkatkan Dinas Pemadam Kebakarannya menjadi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana. Upaya peningkatan ini tentunya tidak terbatas pada pergantian nama saja. Yang lebih esensial adalah penguatan prasarana dan sarana proteksi kebakaran, organisasi proteksi kebakaran, tata laksana operasional, dan sumber daya manusia dan pendidikan pelatihan. Penguatan atas hal-hal ini tentunya tidak sebatas pada penguatan untuk pemadaman kebakaran “biasa”, yang itupun seringkali tidak optimal, tetapi juga merambah ke ranah penanggulangan kebakaran khusus dan bencana lain. Ketentuan Permen PU 20/PRT/M/2009 yang menjadi rujukan dalam upaya penguatan ini, tentunya juga perlu ditingkatkan, sedemikian rupa, sehingga dapat “memaksa” IPK untuk membenahi kemampuannya untuk juga merambah ke ranah penanggulangan kebakaran khusus dan bencana lain tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s