Kawasan Strategis Nasional, Ketersediaan Pedoman Penyusunan RTR


Kita tahu, negara kita saat ini tengah menghadapi permasalahan kesenjangan pembangunan yang “parah”. Kesenjangan ini terjadi pada berbagai skala dan wujud, antara lain :

  1. Kesenjangan pembangunan antara Jakarta dengan luar Jakarta.
  2. Kesenjangan pembangunan antara Jabodetabekjur dengan luar Jabodetabekjur.
  3. Kesenjangan pembangunan antara Jawa dengan luar Jawa.
  4. Kesenjangan pembangunan antara Indonesia Bagian Barat dengan Indonesia Bagian Timur.

Buktinya ? Coba saja perhatikan, saat mudik Lebaran gelombang mudik di televisi seakan-akan terjadi dari Jakarta ke luar ke arah seluruh Indonesia. Seakan-akan sehari-hari di luar lebaran penduduk Indonesia mencari nafkah hanya di Jakarta.

Apa yang telah dilakukan pemerintah untuk mengatasi hal ini ? Secara umum, pemerintah telah menerbitkan PP No. 26 Tashun 2008 tentang RTRWN sebagai salah satu wahana untuk mengtatasi hal ini. Melalui PP ini, di berbagai penjuru Indonesia diusahakan tumbuh berbagai kegiatan ekonomi, sehingga diharapkan dapat terjadi penyebaran “gula” ekonomi ke seluruh wilayah Indonesia. Dengan tersebarnya “gula” tersebut, maka orientasi mencari sesuap nasi tidak perlu ke Jakarta. Melalui PP ini, sejumlah bentuk upaya menumbuhkan “kutub pertumbuhan” telah diinisiasi, antara lain dalam bentuk : kawasan andalan, kawasan strategis nasional, kawasan metropolitan nasional, dan sebagainya. Kawasan strategis nasional (KSN) itu sendiri adalah wilayah yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting secara nasional terhadap kedaulatan negara, pertahanan dan keamanan negara, ekonomi, sosial, budaya, dan/atau lingkungan, termasuk wilayah yang ditetapkan sebagai warisan dunia. Jadi disini dapat dilihat bahwa motivasi ekonomi adalah satu satu landasan dalam “penugasan” suatu wilayah sebagai kawasan strategis nasional. PP di atas menetapkan adanya 76 KSN.

DSCN0111 - 30 %

Foto 1 : Sosialisasi Pedoman Penyusunan RTR KSN

Untuk dapat berperan dengan maksimal, sesuai “penugasan” yang dibebankan kepada tiap KSN, maka masing-masing KSN dari ke-76 KSN tersebut harus memiliki adanya rencana tata ruang (RTR). Untuk itu, Kementerian PU telah menerbitkan buku Pedoman Penyusunan RTR KSN berupa Permen PU Nomor 15 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan RTR KSN. Dalam pedoman tersebut penyusunan RTR KSN terdapat 3 tahapan, yaitu :

  1. Pengumpulan Data dan Informasi (pendataan),
  2. Pengolahan dan Analisis Data, dan
  3. Perumusan Konsepsi RTR.

Kegiatan pendataan RTR KSN berdasarkan pedoman penyusunan RTR KSN (Permen PU 15 / PRT / M / 2012) paling sedikit meliputi :

  1. Data terkait dengan nilai strategis dan isu strategis KSN;
  2. Data kebijakan penataan ruang (RTRW provinsi, RTRW kabupaten/kota, dan rencana rincinya) serta kebijakan sektoral terkait;
  3. Data kondisi fisik/lingkungan dan SDA;
  4. Data pemanfaatan ruang/penggunaan lahan;
  5. Data sumber daya buatan/prasarana dan sarana;
  6. Data kependudukan dan sumber daya manusia;
  7. Data perekonomian, sosial, dan budaya;
  8. Data kelembagaan;
  9. Peta dasar (RBI dan citra satelit); dan
  10. Data lainnya sesuai dengan karakteristik tipologi KSN.

Kegiatan pengolahan dan analisis data berdasarkan pedoman penyusunan RTR KSN (Permen PU 15 / PRT / M / 2012) paling sedikit meliputi :

  1. Review terhadap RTRyang terkait dengan KSN;
  2. Penyusunan kajian lingkungan hidup strategis (KLHS) sesuai dengan tipologi KSN, yang meliputi antara lain:
    1. Analisis daya dukung kawasan dan optimasi pemanfaatan ruang; dan
    2. Analisis daya tampung kawasan;
  3. Analisis penguatan nilai strategis dan isu strategis KSN;
  4. Analisis delineasi kawasan;
  5. Analisis konsep pengembangan kawasan untuk menentukan:
    1. Arahan strategis; atau
    2. Rencana struktur ruang dan/atau rencana pola ruang.
  6. Analisis regional (analisis kawasan pengaruh);
  7. Analisis kebutuhan ruang;
  8. Analisis pembiayaan pembangunan; dan
  9. Analisis lainnya sesuai dengan karakteristik tipologi KSN.

Kegiatan perumusan konsepsi RTR berdasarkan pedoman penyusunan RTR KSN (Permen PU 15 / PRT / M / 2012) merumuskan antara lain :

  1. Tujuan, kebijakan, dan strategi penataan ruang;
  2. Konsep pengembangan, yang terdiri atas:
    1. Arahan strategis (arahan struktur atau pola ruang); atau
    2. Rencana struktur ruang dan/atau rencana pola ruang;
  3. Arahan pemanfaatan ruang;
  4. Arahan pengendalian pemanfaatan ruang; dan
  5. Kelembagaan pengelolaan.

DSCN0063 - Cropped & Resized

Foto 2 : Sosialisasi Pedoman Penyusunan RTR KSN

Dapat dilihat bahwa di sini peran pedoman penyusunan RTR KSN merupakan hal yang vital. Dengan begitu banyaknya KSN, maka peran pedoman di sini adalah untuk menjadi “keseragaman” dan konsistensi muatan RTR dari KSN-KSN tersebut. Lantas, apakah pedoman tersebut sudah menjadi pedoman yang “baik” ? Beberapa hal yang dapat dicatat dari keberadaan dan pemanfaatan awal pedoman tersebut adalah sebagai berikut.

Evaluasi Umum

  1. Suatu pedoman yang menyangkut lebih dari satu sektor merujuk pada peraturan perundang-undangan termasuk ketentuan peraturan perundang-undangan sektoral. Namun Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang (RTR) Kawasan Strategis Nasional (KSN) dalam hal ini Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 15/PRT/M/2012 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional hanya memperhatikan peraturan perundang-undangan di bidang tata ruang, sedangkan peraturan perundang-undangan sektor diabaikan.
  2. Penyusun Laporan Penyusunan RTR KSN dengan tipologi fungsi belum  memahami tipe dan atau fungsi dari kawasan bersangkutan, sehingga terjadi ketidaksesuaian dalam pemanfaatan ruang dengan peruntukkan dan ketidakjelasan arah dan atau tujuan pengelolaan.
  3. Berdasarkan ketentuan Pasal 1 angka 5 Undang-Undang Nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang, bahwa penataan ruang adalah suatu sistem, proses penataan ruang, pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang. Atas dasar itu, dalam penyusunan materi teknis tidak terlepas dari metode pendekatan yang digunakan (metodologi), tinjuan kebijakan (peraturan perundang-undangan), analisis dan evaluasi, serta rencana konseptual yang diharapkan dari peraturan perundang-undangan. Dengan demikian proses penyusunan rencana KSN menjadi jelas program dan kegiatan yang boleh dan atau tidak boleh dilakukan di kawasan tersebut dalam rangka pengendalian pemanfaatan ruang di kawasan bersangkutan.
  4. Implikasi dari butir 2 terlihat pada metodologi dan analisis yang digunakan dalam proses penyusunan RTR KSN berdasarkan tipologi didasarkan pada  Pasal 1 angka 21 UU Nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang, bahwa KSN yang telah ditetapkan dengan fungsi tersebut sebagian besar telah ditetapkan dengan fungsi utama melindungi kelestarian lingkungan hidup. Sedangkan KSN sebagaimana disebutkan termuat dalam Pasal 1 angka 28 UU Nomor 26 tahun 2007 adalah wilayah yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting secara nasional terhadap kedaulatan Negara, pertahanan dan keamanan Negara, ekonomi, sosial, budaya, dan / atau lingkungan. Namun demikian, dalam penyusunan materi teknis sangat miskin dengan metodologi dan analisis secara ekologis.
  5. Ukuran penyajian peta pada setiap laporan tidak cukup jelas untuk dilihat delineasinya. Sebagai contoh penyusun tidak membedakan status dan fungsi antara hutan konservasi dan hutan produksi, antara taman nasional dengan hutan lindung, antara cagar alam dengan suaka margasatwa.
  6. Pedoman Penyusunan RTR KSN pada hakekatnya bertujuan untuk mengefektifkan,antara lain, keberadaan taman nasional. Karena itu muatan pedoman seharusnya antara lain lebih spesifik tentang penyusunan RTR KSN yang terkait dengan taman nasional, di samping untuk KS dengan tipologi lainnya.

Lingkup Pedoman

  1. Pada Pedoman Penyusunan RTR KSN, untuk KSN terkait taman nasional tidak ada membahas kehutanan.
  2. Pada Pedoman Penyusunan RTR KSN, untuk KSN dengan tipologi fungsi dan daya dukung lingkungan hidup, tidak ada analisis ekologi.
  3. Mengingat produk RTR KSN tidak sekedar masukan teknik, tetapi juga : draft raperpres, KLHS, dan album peta, maka seharusnya ada arahan mengenai :
    1. Penyusunan KLHS.
    2. Penyusunan raperpres.

Tipologi

Pedoman Penyusunan RTR KSN seharusnya disusun untuk masing-masing tipologi, tidak berupa 1 pedoman untuk seluruh tipologi.

DSCN0131 - Cropped & Resized

Foto 3 : Sosialisasi Pedoman Penyusunan RTR KSN

Kriteria Delinasi

  1. Pada Pedoman Penyusunan RTR KSN kriteria yang menjadi dasar pada penentuan delineasi sudah ditentukan, padahal untuk kriteria tersebut seharusnya masih harus disesuaikan dengan tipologi KSN yang ditinjau.
  2. Tidak ada cara kerja dalam menentukan delineasi KSN yang berbentuk objek.

Skala Rencana

  1. Skala rencana tidak dapat diseragamkan, dengan adanya tipologi yang berbeda-beda.
  2. KSN tertentu karena diatur oleh sebuah balai, maka delineasi berbentuk kavling.

Sistematika RTR

Dalam Pedoman Penyusunan RTR KSN hendaknya ada sistematika secara umum, untuk menjadi acuan dalam penyusunan Raperpres.

DSCI0238 Cropped

Foto 4 : Pembahasan RTR KSN Gunung Rinjadi di Mataram

Analisis

Dalam Pedoman Penyusunan RTR KSN lingkup analisis secara umum meliputi :

  1. Review Terhadap RTR yang Terkait Dengan KSN
  2. Penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Sesuai Dengan Tipologi KSN
  3. Analisis Penguatan Nilai Strategis dan Isu Strategis KSN
  4. Analisis Delineasi Kawasan
  5. Analisis Konsep Pengembangan Kawasan
  6. Analisis Regional (Analisis Kawasan Pengaruh)
  7. Analisis Kebutuhan Ruang
  8. Analisis Pembiayaan Pembangunan
  9. Analisis Lainnya Sesuai Dengan Karakteristik Tipologi KSN

Komentar tentang hal ini :

  1. Dalam Pedoman Penyusunan RTR KSN, cakupan dan kedalaman tiap jenis analisis tersebut tidak secara spesifik ditentukan. Hal ini menyebabkan pengguna pedoman dapat tidak memenuhi kualitas analisis yang diharapkan.
  2. Terdapat beberapa jenis analisis yang harus ditambahkan :
  3. Analisis yang spesifik untuk KNS dengan tipologi tertentu, misalnya Analisis Ekologi untuk KSN dengan tipologi fungsi dan daya dukung lingkungan hidup.
  4. Analisis yang mengaitkan hasil analisis antar aspek belum terlihat.
  5. Analisis yang berlaku umum untuk seluruh tipologi KSN, yakni analisis kelembagaan/pengelolaan.

Strategi

Dalam Permen PU Nomor 15 / PRT / M / 2012 20/PRT/M/2011 tentang Pedoman Penyusunan RTR KSN terdapat aspek strategi sebagai salah satu keluaran yang harus dihasilkan. Strategi disusun sebagai penjabaran kebijakan ke dalam langkah-langkah operasional untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Rumusan strategi ini selalu terkait dengan aspek tertentu, misalnya : kependudukan, pengembangan perekonomian, pola ruang, perwujudan kegiatan ekonomi unggulan, dan sebagainya.

Namun, sebelum dirumuskannya strategi untuk suatu aspek tertentu seperti itu, seharusnya pedoman mengharusnya adanya suatu “strategi umum”, tentang wajah pengembangan yang akan dilakukan. Strategi umum ini misalnya adalah :

  1. Strategi revitalisasi,
  2. Strategi redevelpoment.
  3. Strategi plan-as-you-proceed (pemutihan/legalisasi).
  4. Strategi renewal.

Dari strategi umum ini selanjutnya dijabarkan tujuan, kebijakan, strategi yang hendak diterapkan dalam konsepsi RTR masing-masing KSN.

Sebagai contoh, untuk suatu KSN kritis lingkungan hidup, strategi umumnya dapat dikembalikan kepada apa yang ada dalam rencana semula, dalam hal ini strategi revitalisasi menjadi hutan lindung dan laman nasional. Dapat pula pemanfaatan lahan yang menyebabkan terjadinya kondisi kritis tersebut dilanjutkan, hanya ditambahkan dengan upaya-upaya pencegahan kritis. Jadi arahan rencananya misalnya berupa pengembangan permukiman transmigrasi, atau perkebunan.

Senny Pratiwi 062

Foto 5 : Kunjungan dalam Rangka FGD RTR KSN Kawasan Poso dan Sekitarnya

Kesimpulan

Adanya pedoman penyusunan RTR KSN merupakan hal yang penting. Namun jauh lebih penting adalah ketersediaan pedoman penyusunan yang handal. Untuk itu, upaya “revitalisasi” pedoman penyusunan RTR KSN merupakan hal yang mendesak untuk dilakukan, guna diperolehnya rumusan RTR yang aqpplicable.

DSCN0146 - 30 %

Foto 6 : Panitia Sosialisasi Pedoman Penyusunan RTR KSN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s