Kepariwisataan Kepulauan Seribu


Kepulauan Seribu berpotensi besar untuk pengembangan wisata bahari, mengingat letaknya yang dekat dengan ibu kota negara (Jakarta), sehingga menjadikan kawasan ini mempunyai peluang pengembangan yang baik. Sejalan dengan perkembangan kota-kota besar, maka semakin banyak orang yang menginginkan kembali ke alam. Kegiatan-kegiatan wisata bahari yang dapat dilakukan di dalam kawasan taman nasional antara lain menyelam (scuba diving) pada beberapa spot selam (terdapat 26 spot selam), snorkeling, memancing, wisata pendidikan (penanaman lamun, mangrove, serta rehabilitasi karang, penyu sisik, elang bondol), berjemur di pantai, berkemah, dan lain-lain. Panorama laut di wilayah ini menjadi daya tarik alamiah bagi wisatawan. Panorama seperti pada saat matahari terbit dan matahari terbenam menjadi daya tarik tersendiri. Beberapa pulau di dalam kawasan Taman Nasional telah dikembangkan menjadi resort-resort wisata, dengan sarana pariwisata antara lain dengan dibangunnya dermaga, anjungan pengunjung, restoran dan pondok-pondok inap oleh pihak swasta. Jumlah pulau yang wilayah perairannya berada di Kepulauan Seribu berjumlah 115 buah dimana dari jumlah tersebut tercatat pulau-pulau yang telah dikembangkan sebagai pulau wisata, pulau yang dihuni penduduk dan pulau yang dikuasai perorangan atau badan usaha.

PETA ADMINISTRASI SELATAN

DSC_0326

DSC_0326 DSC_0247 Pengembangan KSPN Kepulauan Seribu sebagai destinasi pariwisata bagi wilayah Indonesia bagian Barat sesuai arahan kebijakan Nasional melalui Ripparnas 2011 akan berperan sangat strategis, dimana potensi wisata kebaharian menjadi unggulan yang mampu bersaing dengan destinasi pariwisata lainnya. Sesuai dengan posisi strategis suatu destinasi pariwisata, maka pengembangan KSPN Kepulauan Seribu merupakan bagian integral pembangunan pariwisata Nasional. KSPN Kepulauan Seribu harus berperan sebagai unsur vital dan penggerak utama perjalanan dan kunjungan wisatawan ke wilayah Indonesia bagian Barat. DSC_0363 Dari ke 38 (delapanbelas) destinasi pariwisata nasional, yang memiliki potensi kebaharian hanya 11 (sebelas) destinasi, dimana yang berlokasi di wilayah Indonesia bagian Barat hanya 3 (tiga) destinasi, yakni Kepulauan Nias, Siberut – Kepulauan Mentawai, dan Pulau Bintan. Selain itu seluruhnya berada di wilayah Indonesia bagian Timur. Oleh karenanya pengembangan KSPN Kepulauan Seribu sebagai destinasi pariwisata dapat mendukung peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara dan nusantara melalui potensi daya tarik wisata yang dimiliki yang berintikan kebaharian. Jika Kepulauan Nias dan Siberut – Kepulauan Mentawai sebagai destinasi pariwisata lebih mengunggulkan wisata surfing, maka KSPN Kepulauan Seribu memiliki keragaman daya tarik wisata bahari yang lebih luas, seperti scuba diving, snorkling, sailing, parasailing, jet ski, dan sebagainya. PETA ADMINISTRASI SELATAN PETA ADMINISTRASI UTARA Pengembangan suatu destinasi mensyaratkan adanya daya tarik berupa daya tarik wisata; fasilitas penunjang pariwisata; aksesibilitas; dan peranserta masyarakat. KSPN Kepulauan Seribu memenuhi persyaratan untuk dikembangkan sebagai destinasi pariwisata, oleh karena selain menawarkan alternatif destinasi, obyek, dan atraksi wisata yang lebih luas bagi wisatawan mancanegara dan nusantara di wilayah Indonesia bagian Barat, juga dalam konstelasi geografis didukung oleh keberadaan gerbang Hang Nadim di Batam dan Bandara Polonia di Medan beserta beberapa pelabuhan lautnya, serta Bandara Minangkabau di Padang. Potensi utama pengembangan KSPN Kepulauan Seribu sebagai destinasi adalah wisata bahari pada perairan dalam Nusantara, yaitu Laut Jawa dan sekitarnya. Prasarana dan sarana pariwisata serta peranserta masyarakat Kepulauan Seribu dalam pengembangan destinasi pariwisata menjadi bagian penting dalam perencanaan Penyusunan Rencana Detil KSPN Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Dalam rencana pembangunan Provinsi DKI Jakarta, kepentingan KSPN Kepulauan Seribu sebagai destinasi pariwisata merupakan bagian dari tujuan RPJP Provinsi DKI Jakarta, yakni mewujudkan Provinsi DKI Jakarta sebagai Daerah Tujuan Wisata Nasional dan Internasional. Tujuan tersebut antara lain diupayakan melalui pengembangan wisata bahari di KSPN Kepulauan Seribu dan Sekitarnya, yang sekaligus juga ditujukan untuk mengintegrasikan pemanfaatan sumber daya kelautan bagi sektor lainnya. KSPN Kepulauan Seribu memiliki visi Terwujudnya KSPN Kepulauan Seribu sebagai Destinasi Internasional Dengan Keunggulan Ekowisata Bahari Berbasis Masyarakat Kata kunci dari visi tersebut adalah :

1.    Destinasi Internasional

Artinya, KPSN Kepulauan Seribu dikembangkan untuk menjadi daerah tujuan wisata bagi wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik. Keberadaan Kepulauan Seribu tidak semata memenuhi kebutuhan wisatawan dalam negeri tetapi jugan wisatawan luar negeri sehingga layanan dan fasilitas yang disiapkan pun dituntut agar memenuhi standar layanan dan fasilitas bertaraf dunia.

2.    Keunggulan Ekowisata Bahari

Artinya, KSPN Kepulauan Seribu dikembangkan sesuai dengan karakternya sebagai wilayah bahari yang ekosistemnya harus tetap dipertahankan. Ekowisata bahari bermakna potensi alam yang unik baik di wilayah pulau maupun wilayah perairan sehingga pengembangannya akan meliputi kedua area tersebut. Wilayah pulau meliputi: daratan dan pesisir pantai sementara wilayah perairan meliputi: bawah laut dan perairan.

3.    Berbasis Masyarakat

Artinya, KSPN Kepulauan Seribu dikembangkan dengan menjadikan masyarakat sebagai sentra. Masyarakat menjadi penggerak utama ekosistem kepariwisataan di wilayah sehingga mereka menjadi penerima manfaat ekonomi dan lingkungan yang terbesar. Guna mewujudkan visi tersebut, maka pengembangan KSPN Kepulauan Seribu memiliki misi yang dikelompokan dalam pilar Kepariwisataan yaitu:

      1. Peningkatan daya saing Kepulauan Seribu sebagai destinasi unggulan strategis
      2. Peningkatan manfaat ekonomi dan lingkungankepada stakeholder
      3. Pengokohan citra Kepulauan Seribu sebagai destinasi berkelanjutan
      4. Penciptaan tata kelola KSPN yang transparan dan akuntabel Dari pilar industri pariwisata, Kepulauan Seribu dikembangkan untuk menghasilkan manfaat secara ekonomi dan manfaat secara lingkungan fisik dan non-fisik kepada para pihak yang berkepentingan, dalam hal ini, masyarakat, industri dan pemerintah.Dari pilar kelembagaan, Kepulauan Seribu adalah wilayah kabupaten administratif dibawah provinsi merupakan ibukota negara. Tata kelola transparan dan akuntabel tentukan menjadikan manajemen kawasan menjadi berkelanjutan serta nilai strategis tersebut tetap terjaga.
      5. Dari pilar pemasaran, Kepulauan Seribu memang dikenal oleh wisatawan domestik tetapi belum populer dikalangan wisatawan mancanegara padahal merekalah yang menjadi pemasok devisa sehingga pencitraan menjadi hal penting untuk keberlanjutan KSPN Kepulauan Seribu
      6. Dari pilar destinasi, Kepulauan Seribu merupakan satu dari segelitir destinasi yang bisa dikatakan strategis karena potensi alam yang dimilikinya menjadikannya disebut sebagai Taman Nasional Laut dan kepulauan ini berlokasi dalam wilayah ibukota negara, DKI Jakarta.

Dari visi dan misi diatas, maka pengembangan KSPN Kepulauan Seribu memiliki tujuan sebagai berikut:

      1. Peningkatan diversifikasi produk ekowisata bahari berbasis masyarakat
      2. Peningkatan daya belanja wisatawan
      3. Peningkatan investasi di sektor pariwisata
      4. Penguatan citra KSPN Kepulauan Seribu
      5. Peningkatan kualitas kinerja lembaga
      6. Sasaran pengembangan KSPN Kepulauan Seribu adalah:
      1. Meningkatnya keanekaragaman daya tarik dan aktivitas ekowisata bahari berbasis masyarakat
      2. Meningkatnya pengeluaran wisatawan
      3. Berkembangnya usaha, industri dan investasi
      4. Menguatnya citra KSPN Kepulauan Seribu
      5. Meningkatnya kualitas kinerja organisasi KSPN Kepulauan Seribu

Ada beragam konfigurasi pola ruang pengembangan destinasi pariwisata namun dalam strategi Ekowisata Bahari berbasis Masyarakat maka digunakan

          1. Single destination, dimana sebagian besar kegiatan wisata berada dalam satu destinasi.
          2. En route, dimana beberapa destinasi dapat dikunjungi dalam perjalanan ke destinasi utama.
          3. Base camp, dimana destinasi yang lain dapat dikunjungi sewaktu berada dalam destinasi utama.
          4. Regional tour, dimana beberapa destinasi dapat dikunjungi ketika berada dalam sebuah wilayah target.
          5. Trip chaining, merupakan tur perjalanan keliling yang dapat melingkupi beberapa destinasi.

Pulau yang dikembangkan dalam ini ini merupakan pulau pusat pelayanan pariwisata yang dihuni oleh masyarakat sehingga bentuk pengembangannya mengutamakan kesempatan usaha masyarakat dan kebermanfaatan bagi masyarakat. Pengembangan ekowisata bahari di pulau-pulau pusat pelayanan dimiliki, dikelola dan diawasi oleh masyarakat setempat. Mereka yang berperan aktif dalam kegiatan pengembangannya, mulai dari rencana, implementasi, monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatannya dinikmati sebanyak mungkin oleh masyarakat setempat dengan memberikan kewenangan keapada mereka untuk mengendalikan kegiatan ekowisata. DSCN0009 Pada pengembangan KSPN Kepulauan Seribu dilakukan pemilihan beberapa pulau sebagai contoh penerapan Ekowisata Bahari berbasis Masyarakat yaitu Pulau Sebaru Kecil untuk WPW Utara, Pulau Harapan untuk WPW Tengah dan Pulau Tidung untuk WPW Selatan. Pulau-pulau ini dijadikan sebagai poin kedatangan dan keberangkatan dari arah Jakarta. Paket yang ditawarkan variatif mulai dari paket 2 malam 3 hari hingga paket 4 malam 5 hari.  

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s